Home » PILKADA » Pilkada Aceh

Pilkada Aceh

Thursday, 12 May 2011 17:41

14 November, Pemilukada Aceh digelar

Warta Warta Fokus
BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memastikan hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) di provinsi itu digelar pada 14 November 2011 dan putaran kedua pada 14 Januari 2012.

“Jadwal hari pemungutan suara ini berdasarkan kesepakatan antara KIP Aceh dengan KIP 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh,” kata anggota KIP Aceh, Yarwin Adi Dharma di Banda Aceh, hari ini.

Ia mengatakan, pilkada Aceh digelar serentak antara pemilihan gubernur dan wakil gubernur dengan pemilihan 13 bupati dan wakil bupati serta pemilihan empat wali kota dan wakil wali kota.

Menurut dia, penetapan hari pemungutan suara tersebut dihitung berdasarkan berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada 8 Februari 2012.

Dari masa berakhirnya jabatan tersebut, kata dia, ditarik mundur hingga 14 Januari 2011, di mana pada tanggal tersebut direncanakan hari pemungutan suara putaran kedua.

Dari tanggal putaran kedua tersebut, lanjut dia, dihitung mundur 60 hari untuk menggelar pemungutan suara putaran pertama. Berdasarkan perhitungannya, maka ditetapkanlah 14 November 2011 sebagai hari pemungutan suara.

“Dari 14 Januari hingga 8 Februari tersebut merupakan rentang waktu penyelesaian jika terjadi sengketa pilkada. Perhitungan waktu ini dilakukan agar pasangan calon terpilih sudah ada sebelum masa jabat gubernur dan wakil gubernur berakhir,” sebut dia.

Ia menyebutkan, penentuan tanggal pemungutan suara putaran pertama itu dilakukan setelah KIP Aceh meminta pendapat KIP dari 23 kabupaten/kota.

Dari pendapat tersebut, sebut dia, 20 KIP kabupaten/kota di Provinsi Aceh menyatakan setuju hari pemungutan suara 14 November 2011, sedangkan tiga lainnya tidak setuju dengan berbagai alasan.

“KIP Banda Aceh, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menyatakan pendapatnya tidak. Alasan mereka ada yang telah menentukan jadwal, yakni pada Desember 2011 dan lain sebagainya,” kata dia.

Menyangkut penetapan tahapan pilkada, Yarwin mengatakan setelah hasil rapat koordinasi KIP Aceh dengan KIP 23 kabupaten/kota ditandatangani, maka bisa langsung dilaksanakan.

“Kalau hari ini hasil rapat ini ditandatangani, maka KIP Aceh langsung menetapkannya. Tanggal hari pemungutan suara dan tahapan pilkada ini tidak akan digeser lagi,” tegas Yarwin Adi Dharma.

Editor: ANGGRAINI LUBIS

(dat02/antara)

Friday, 13 May 2011 02:02
Cagub Aceh independen butuh 150 ribu KTP
BANDA ACEH – Proses pencalonan Gubernur Aceh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus dimatangkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang menurut rencana akan digelar 14 November 2011.

Bahkan KIP Aceh telah merilis tata cara dan syarat pencalonan bagi pasangan  calon gubernur (cagub) perseorangan alias independen. KIP Aceh menetapkan, bagi mereka calon independen untuk diterima sebagai pasangan calon gubernur harus didukung 150.000 orang.

“Dukungan ini disampaikan dalam bentuk fotokopi kartu tanda penduduk,” kata anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Yarwin Adi Dharma di Banda Aceh, tadi malam.

Ia mengatakan, jumlah dukungan itu dihitung berdasar syarat tiga persen dari jumlah penduduk Aceh yang mencapai 5.006.807 jiwa yang tersebar di 23 kabupaten/kota.

Syarat tiga persen ini, kata dia, diatur dalam Qanun Nomor 7 Tahun 2006 tentang perubahan kedua Qanun Nomor 2 Tahun 2004 tentang pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota di Provinsi Aceh.

“Persentase jumlah dukungan tiga persen ini merupakan perintah UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh (UUPA) yang diimplementasikan dalam qanun,” sebut dia.

Menurut dia, persentase dukungan ini jauh lebih ringan daripada peraturan secara nasional, yakni mencapai lima persen.

Hal ini diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang pemerintahan daerah.

“Verifikasi syarat dukungan tersebut dilakukan secara menyeluruh. Artinya, setiap orang yang memberikan dukungannya kepada calon akan ditanyai kebenarannya. Fotokopi KTP menjadi acuan verifikasi faktual,” ungkap dia.

Yarwin menegaskan, syarat dukungan tersebut harus diserahkan pada 4-8 Juli 2011. Sedangkan pendaftaran bakal calon mulai 30 Juli 2011 hingga 5 Agustus 2011.

“Sedangkan pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dilakukan pada 10 September 2011 dan penentuan nomor urut pada 12 September 2011,” kata Yarwin Adi Dharma.

Sementara, Zainal Abidin, anggota KIP Aceh lainnya, mengatakan, pihaknya mengakomodasi pasangan calon yang diusung lewat jalur independen karena merupakan perintah undang-undang.

“Calon independen ini sempat menjadi polemik. Ada pihak beranggapan bahwa hanya sekali diperkenankan sejak UUPA diundangkan, yakni pilkada Aceh 11 Desember 2006,” sebut dia.

Namun, kata dia, setelah Mahkamah Konstitusi membatalkan pasal 256 UUPA yang mengatur pencalonan perseorangan pada pilkada Aceh dicabut, maka calon independen diperbolehkan kembali.

“KIP bekerja berdasarkan perintah hukum. Tidak ada aturan yang melarang calon independen dicalonkan pada pilkada Aceh. Dan juga berdasarkan petunjuk KPU, maka KIP Aceh harus menyikapi adanya calon independen tersebut,” tegas dia.

Editor: HARLES SILITONGA

(dat05/antara)

Thursday, 12 May 2011 11:18
PD, PG & PAN koalisi di Pilkada Aceh
BANDA ACEH – Pelaksanaan  Pemilihan Umum kepala Daerah (Pemilukada) Aceh 2011 mendatang dipastikan lebih panas dari Pemilukada Aceh 2006 sebelumnya.  Hal ini terlihat karena ada persoalan politik dalam konstelasi politik Aceh yang erat kaitannya dengan sikap politik Partai Aceh (PA) dalam pelaksanaan Pemilukada di Aceh. Bukan itu saja, PA juga sangat besar kekuatannya dalam  parlemen Aceh sehingga beberapa partai politik cenderung belum berani memperlihatkan kandidat yang mereka usung.

Namun sepertinya situasi politik Aceh akan semakin mepanas dan menarik untuk dicermati, hal ini disebabkan karena munculnya gagasan dan wacana baru terkait kemungkinan berkoalisinya partai-partai nasional di Aceh untuk bersatu dan mengusung kandidat guna untuk meramaikan bursa pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2012-2017 mendatang.

Informasi yang diperoleh Waspada Online, tiga partai nasional; Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar (PG) dan Partai Demokrat (PG), telah mewacanakan ide dan gagasan untuk membentuk aliansi partai nasional dan berkoalisi untuk mengusung kader-kader partai mereka dalam Pemilukada Aceh 2011 mendatang.

Ketua Partai Demokrat Aceh, Mawardi Nurdin kepada Waspada Online  menjelaskan, gagasan dan wacana koalisi tiga partai nasional (Parnas) yang memiliki kursi diparlemen ini adalah sebagai upaya baru untuk memecah kebuntuan figur calon Gubernur Aceh yang saat ini masih belum tampak kepermukaan. “Dan selain itu kita menginginkan agar mesin partai tetap hidup dan bekerja sampai dengan 2014 nanti, jadi kita dari parnas merasa perlu untuk mencalonkan kandidat sendiri,” sebut Mawardi.

Ditambahkan, sebagai Partai Nasional (PAN, PD dan PG-red) merasa penting untuk mencalonkan kandidat sendiri dan bagaimana kemudian kita akan mendukung dan mengkampanyekan calon kita sendiri. “Dan tentu saja kita punya target untuk menang,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral PAN, Tarmidinsyah Abubakar menambahkan bahwa kemungkinan untuk berkoalisi itu sangat terbuka lebar, namun kami (PAN, PG dan PD-red) masih belum merumuskan plat formnya ke dalam bentuk yang konkrit. “Memang sudah ada beberapa kali pertemuan antara para petinggi ketiga partai ini, namun pertemuan itu tidak lebih dari sebuah upaya untuk membangun komunikasi, tukar pikiran dan membaca situasi perkembangan Aceh, serta seperti apa sikap yang akan diambil kemudian,” sebutnya.

Editor: SASTROY BANGUN

(dat05/wol)

Senin, 2 Mei 2011 | 10:27
Mantan Penyanyi Aceh Maju di Pilkada 2011


BANDA ACEH-Mantan penyanyi Aceh era 1990-an Yusbi Yusuf menyatakan siap maju sebagai salah satu kandidat Gubernur Aceh pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2011 mendatang. Penyanyi dan pencipta lagu – lagu berbahasa Aceh ini menyatakan tekadnya untuk maju sebagai salah satu calon Gubernur Aceh dalam Pilkada 2011. “Selama didukung masyarakat, saya siap mencalonkan diri dalam Pilkada 2011.

Saya akan maju menggunakan perahu jalur independen,” katanya kepada koran ini Minggu (1/5).Mantan penyanyi Aceh yang kini aktif berdakwah itu mengatakan, merasa terpanggil untuk maju sebagai calon gubernur Aceh, karena didorong niat yang tulus untuk membangun Provinsi paling barat Indonesia lebih baik dari sekarang.

”Saya tidak tahan melihat kondisi Aceh belakangan ini. Aceh harus ditangani dengan baik, jangan dibiarkan seperti sekarang dan rakyat sudah cukup menderita,” ujar pelantun dan pencipta lagu “Tragedi Arakundoe”.
Menurut Yusbi, gubernur yang dipilih rakyat harus benar – benar memikirkan tentang kesejahteraan rakyatnya, bukan untuk kelompok maupun golongan.
Yusbi secara tegas mengatakan, dirinya tidak diusung oleh partai manapun, tapi hanya didukung oleh sejumlah elemen masyarakat.

Dia juga mengaku bahwa dirinya tak memiliki ambisi untuk mengejar posisi sebagai gubernur. “Selama ini saya sudah cukup melihat dan memperhatikan kondisi Aceh yang kunjung berjalan ditempat (stagnan), tidak ada perubahan signifikan apapun yang dapat mengangkat harkat dan martabat rakyat Aceh,” katanya.

Berangkat dari kekecewaan itulah, Yusbi menyatakan tekat untuk maju dan menjadi pembaharu guna membawa masyarakat Aceh kearah lebih baik lagi. Apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur Aceh nanti, maka agenda utama pembangunan yang akan dilakukan adalah memperbaiki masalah sosial dan sistem ekonomi masyarakat yang berbasis syariat.”Perbankan Islam harus jadi pioneer dalam membangkitkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. (slm)

Soal Balon Gubernur dan Wakil
Jumat, 13 Mei 2011 | 10:19
Partai Golkar Tunggu Hasil Survei


BANDA ACEH – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh menyatakan secepatnya akan mengumumkan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Aceh yang akan diusung pada Pilkada 2011 mendatang.”Dalam minggu – minggu ini kita akan umumkan hasil survey, baik itu untuk provinsi (Gubernur) maupun kabupaten/kota (Bupati/walikota),” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Drs H Sulaiman Abda, saat bersilaturrahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, Rabu (11/5).

Dikatakan Sulaiman Abda, pengusulan calon gubernur dan calon wakil gubernur maupun untuk kandidat bupati/walikota dari Golkar akan dilakukan usai survey kedua yang hingga saat ini masih berlangsun. Siapapun calon yang ditetapkan nanti, tentunya tidak mesti harus dari internal partai.

Bagi Golkar, kata dia, siapapun terbuka ruang yang sama untuk mencalonkan diri sebagai gubernur maupun bupati, asalkan yang bersangkutan dapat membawa rakyat Aceh kemasa – masa yang lebih baik lagi dan tentunya dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Maka oleh sebab itulah, untuk mencari figur terbaik yang akan diusung Partai Golkar, semuanya tergantung dari hasil survey. Siapa yang unggul menurut hasil survey, nama itulah yang akan diusung, meski misalnya bukan kader Partai Golkar.

Hasil survey yang akan diumunkan dalam beberapa waktu mendatang mengacu siapa yang unggul dan populer dalam meraih suara terbanyak. Partai Golkar telah membuka ruang kepada siapapun dari kalangan luar termasuk kader partai sendiri.

Menyangkut dengan pilkada mendatang, kader Golkar di DPRA juga ikut terlibat dalam pembahasan qanun pilkada,”Tidak benar DPRA tidak membahas qanun itu,”katanya.

Berkiprah di DPRA
Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh H Muhammad Yusni SH MH dalam kesempatan itu meminta fraksi partai Golkar di DPR Aceh dapat lebih berperan untuk mendorong percepatan pengesahan qanun Pilkada sehingga dapat menjadi payung hukum atau acuan bagi komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dalam menyelenggarakan Pilkada sesuai jadwal.

”Putusan Mk bersifat final dan harus diikuti, untuk masalah pendapat – pendapat kita belum tahu hasil qanun ya belum ada bagaimana diatur nanti kita lihat.
Menyangkut pelaksaan Pilkada mendatang, Kejati Aceh menyatakan akan membentuk tim khusus bersifat interen yang nantinya bertugas untuk menangani kasus – kasus bersifat tindak pidana pemilu. “Ini kan butuh perhatian khusus, sehingga penyelesaian perkara nantinya tidak berlarut – larut, maka itu kita siapkan timnya,” ujarnya. (slm)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: